4 Perbedaan Kopi Robusta dan Kopi Arabika, Manakah yang Lebih Baik?

3 minutes

Perbedaan kopi robusta dan arabika bisa dilihat dari beberapa poin seperti : bentuk dan ukuran biji kopi, ketinggian tempat tanam, aroma dan cita rasa, serta kadar kafein dari masing-masing biji kopi, lalu manakah yang lebih baik?

Apa kamu sudah tahu kopi yang kamu minum itu jenis kopi robusta atau arabika? Pernahkah kamu menanyakannya kepada barista? Atau kepada penjual kopinya?

Kopi robusta dan kopi arabika merupakan dua (2) jenis kopi favorit saat ini. Masing-masing mempunyai “penggemarnya”. Tapi kalau boleh menilai, manakah yang lebih baik diantara keduanya? Sebelum menilai mana yang lebih baik, alangkah baiknya kita mengetahui perbedaan dari kedua jenis kopi tersebut.

Berikut perbedaan kopi robusta dan kopi arabika :

1. Ukuran Biji Kopi

Perbedaan yang paling mudah dilihat adalah dari segi ukurannya. Ukuran biji kopi robusta berbentuk bulat, cenderung lebih kecil, lebih padat dan teksturnya sedikit kasar. Sedangkan biji kopi arabika lebih besar dan cenderung berbentuk lonjong. Perhatikan gambar di bawah ini.

2. Ketinggian Tempat Tanam

Perbedaan kedua dapat kita lihat dari ketinggian tempat tanam biji kopi tersebut. Kopi arabika tumbuh di daerah dengan ketinggian 700 – 1.700 mdpl dengan suhu 16-20°C.

Kopi arabika hanya dapat tumbuh di ketinggian tersebut karena kopi ini rentan sekali terkena serangan hama dan penyakit. Penyakit yang sering menyerang adalah penyakit karat daun.

Kopi arabika paling banyak tumbuh di Afrika Tengah dan Timur, Amerika Selatan, serta Asia Tenggara dan Selatan. Tapi, ada juga beberapa negara yang menghasilkan kopi arabika juga menanam kopi robusta, termasuk Indonesia.

Berbeda dengan kopi arabika, kopi robusta termasuk spesies kopi yang fleksibel. Kopi robusta bisa ditanam di dataran dengan ketinggian 400 – 700 mdpl dengan suhu 21-24°C. Kopi ini lebih keras sehingga lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Untuk kopi robusta sendiri banyak tumbuh di benua Afrika Barat, Asia Tenggara, dan Asia Selatan.

3. Aroma dan Cita Rasa

Jika kamu sudah sering minum kopi, pasti kamu sudah bisa membedakan yang mana kopi robusta dan yang mana kopi arabika dari segi aroma dan cita rasa.

Kopi robusta memiliki aroma yang khas, seperti gandum. Rasanya cenderung lebih pahit dibandingkan dengan kopi arabika. Sebelum disangrai, biji kopi robusta memiliki aroma seperti kacang-kacangan.

Sedangkan dari segi aroma dan cita rasa, kopi arabika lebih memiliki banyak variasi rasa. Rasa dari kopi arabika bisa lembut, manis, tajam dan kuat, tergantung dari daerah mana biji kopi arabika tersebut berasal.

Sebelum disangrai, kopi arabika akan memiliki aroma buah-buahan manis. Dan satu yang pasti, kopi arabika lebih asam daripada kopi robusta.

Robusta is especially high in antioxidants, which are known to help relieve oxidative stress. Oxidative stress is caused by free-radicals, and can undermine the body’s immune system. This is great for your health overall – Michael York

4. Kadar Kafein

Poin selanjutnya yang bisa kamu perhatikan untuk membedakannya adalah kadar kafein dari masing-masing kopi.

Kopi arabika memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dibandingkan biji kopi robusta. Kadar kafein kopi arabika hanya sebesar 1,2%, sedangkan kadar kafein pada biji kopi robusta sebesar 2,2%.

Selain itu, menurut Michael York, kopi robusta juga banyak mengandung antioksidan, yang dikenal dapat membantu menghilangkan stres oksidatif. Stres oksidatif disebabkan oleh radikal bebas, dan dapat merusak sistem kekebalan tubuh. Ini bagus untuk kesehatan kamu secara keseluruhan.

Mana yang lebih baik?

Setelah dapat melihat perbedaan di antara kopi robusta dan arabika, lalu manakah yang lebih baik diantara keduanya?

Menurut Kopitem keduanya sama-sama baik, dan masing-masing mempunyai “penggemarnya”.
Kopitem akan memberikan gambaran kepada kamu ketika bingung mau milih antara kopi robusta atau arabika :

  • Disaat kamu ingin secangkir kopi yang lembut dan beragam rasa, maka kopi arabika seharusnya menjadi pilihan kamu.
  • Jika kamu ingin kopi yang kaya rasa namun sedikit pekat dan sedikit lebih banyak mengandung kafein, maka kamu bisa mencari kopi blend (campuran antara arabika dan robusta)
  • Tapi di suatu hari kamu memiliki banyak aktivitas, sibuk, ingin lebih bertenaga ketika berolahraga, maka kopi robusta pilihan terbaik untuk kamu.

Jadi sudah tahu mau beli kopi yang mana? atau kamu punya pengalaman lain ketika membedakan kopi robusta dan arabika? yuk cerita di kolom komentar.

Share