Ingin Beli Kopi? Perhatikan 4 Tips Membeli Kopi Berikut Ini

3 minutes

Ada 4 tips membeli kopi yang perlu kamu perhatika ketika ingin membeli kopi : 1. Tentukan mau jenis kopi arabika, robusta atau kopi blend ; 2. Tentukan mau beli kopi dalam bentuk biji atau bubuk ; 3. Ketahui tanggal roasting kopi ; 4. Sesuaikan jumlah kopi dengan kebutuhan kamu.

Saat ini sudah banyak tempat maupun cara untuk membeli kopi, baik itu beli kopi dalam bentuk bubuk maupun biji, baik itu secara offline maupun online.

Kemajuan dunia internet juga dimanfaatkan oleh penjual biji kopi, termasuk kopitem. Kopitem merupakan salah satu website yang melayani pembelian biji kopi dalam bentuk biji maupun bubuk.

Kali ini kopitem ingin berbagi tips membeli kopi bagi kamu yang masih bingung. Berikut 4 tips membeli kopi dari kopitem :

1. Tentukan dulu mau jenis kopi arabika, robusta atau kopi blend (campuran)

Pada dasarnya, jenis kopi yang dijual di pasaran offline maupun online itu ada 3 macam : arabika, robusta, dan blend (campuran arabika dan robusta). Untuk mengetahui lebih jelas tentang perbedaan dari masing-masing jenis kopi tersebut, kamu bisa membaca artikel tentang perbedaan kopi arabika dan robusta.

Jika kamu suka kopi dengan karakter lembut tapi punya beragam rasa, maka kamu bisa membeli kopi arabika. Apalagi sekarang sudah banyak metode penyeduhan kopi secara manual yang bisa kamu gunakan untuk mengekplorasi rasa yang ada pada kopi arabika.

Tapi jika kamu suka kopi yang pahit, dan ingin lebih bertenaga saat berolahraga misalnya, maka membeli kopi robusta merupakan pilihan yang tepat.

Dan jika kamu ingin kopi yang kaya rasa namun sedikit pekat dan sedikit lebih banyak mengandung kafein, maka kamu bisa mencoba untuk membeli kopi blend.

2. Tentukan dulu mau beli kopi dalam bentuk biji atau bubuk

Jika kamu mempunyai gilingan kopi dirumah, lebih baik kamu membeli kopi dalam bentuk biji. Karena kamu bisa melihat apakah kopi yang kamu beli tersebut baik atau tidak dari fisiknya. Tentu melihat secara fisik lebih mudah daripada hanya sekedar mencium aromanya saja.

Biasanya ada beberapa ciri biji yang tidak baik untuk dibeli :
a. Biji cacat. Bentuk biji terlihat tidak sempurna. Ada lubang di permukaan biji kopi yang disebabkan oleh hama.
b. Terdapat biji kopi yang warnanya berbeda.

Namun apabila kamu tidak mempunyai gilingan kopi dirumah, kamu bisa membeli kopi dalam bentuk bubuk. Jika sudah dalam bentuk bubuk, kamu bisa mengetahui kopi tersebut baik atau tidak melalui aroma kopi tersebut. Apakah aromanya masih segar atau sudah terkontaminasi oleh aroma plastik dan aroma lainnya.

Oleh karena itu, Kopitem selalu menyarankan membeli kopi dalam bentuk biji.

3. Mengetahui Tanggal Penggorengannya atau Tanggal Roasting Kopi

Sebelum membeli kopi, sebaiknya kamu mengetahui terlebih dulu kapan tanggal kopi tersebut digoreng atau di roasting. Ini penting untuk mengetahui tingkat kesegaran kopi tersebut.

Semakin baru tanggal kopi tersebut di roasting, maka kesegaran kopi akan semakin baik. Karena kopi juga mempunyai waktu atau masa tenggang dalam hal kesegarannya, biasanya kurang lebih 45 hari. Setelah lewat 45 hari, kopi sudah tidak dalam keadaan segar lagi.

Bukan berarti setelah kopi tidak dalam keadaan segar, kopi tidak bisa dikonsumsi. Kopi tetap bisa dikonsumsi namun kualitas rasa dari kopi tersebut sudah berkurang.

Biasanya tanggal roasting kopi ini dicantumkan di kemasan kopi yang akan kamu beli. Jika kamu tidak menemukan tanggal roasting kopinya, kamu bisa langsung menanyakannya ke penjual kopi tersebut.

Dan jika kamu membeli kopi di kopitem.com, tapi tidak dapat mengetahui kapan kopi tersebut di roasting, maka kamu bisa menanyakannya langsung melalui live chat WA. Dengan senang hati kami akan menjawab pertanyaan kamu.

Way too much coffee. But if it weren’t for the coffee, I’d have no identifiable personality whatsoever – David Letterman

4. Sesuaikan dengan Kebutuhan Kamu

Jika kamu sudah terbiasa menyeduh kopi sendiri dirumah, tentu kamu sudah mempunyai kebiasaan ataupun sudah tahu berapa kebutuhan kopi yang biasa kamu butuhkan setiap bulannya. Betul tidak?

Contoh :
Setiap kali menyeduh kopi kamu memakai 15 gram kopi. Dan kamu menyeduh kopi 2 kali sehari. Berarti dalam sehari kamu butuh 30 gram. Dan dalam sebulan (30 hari) kamu butuh 900 gram kopi.
(Jumlah angka hanya pemisalan, bisa saja berbeda untuk masing-masing orang)

Nah berarti kamu butuh kurang lebih 900 gram kopi dalam sebulan. Kopitem mengasumsikan waktu dalam sebulan, karena mempertimbangkan kesegaran kopi setelah tanggal roasting itu hanya sekitar 45 hari.

Jika kebutuhan kopi kamu kurang lebih seperti yang kopitem contohkan diatas, maka lebih baik kamu membeli kopi dengan jumlah minimal 1 kg perbulannya. Agar kopi yang kamu konsumsi tersebut selalu dalam keadaan segar.

Atau supaya lebih bervariasi, kamu bisa membeli kopi dalam jumlah 1 kg dari berbagai roaster kopi atau dari daerah kopi yang berbeda-beda. Jadi 1 kg dibagi menjadi 4.

Contoh :
Kamu bisa membeli 250 gram kopi dari Marones coffee arabika puntang, 250 gram kopi dari Summa Coffee arabika ciwangi bourbon, 250 gram kopi dari HaloKoffi robusta sumatra sidikalang, 250 gram kopi dari Marones Coffee Blend Simadu.

Jadi secara quantity, kopi yang kamu beli tetap berjumlah 1 kg, tapi kamu bisa merasakan kopi dari 4 roaster kopi yang berbeda. Dan jika kamu membeli semuanya di kopitem, kamu bisa mendapatkan manfaat gratis ongkos kirim, sangat untung bukan?

Share